Kenapa harus mencari talent di LinkedIn ?

Bermula dari kesulitan mencari tim tambahan untuk KelasKita. Sebenarnya saya punya niatan untuk pasang lowongan kerja di jobs portal seperti jobstreet, jobsdb, dll. Tapi saya berfikir kembali untuk tidak melanjutkan niat tersebut. Karena masih ada hal yang mengganjal (tapi entah apa).

Kebetulan pas awal bulan, saya ditawari oleh salah satu jobs portal. Mereka menawarkan kepada saya untuk memasang lowongan pekerjaan gratis selama 1 bulan. Karena ini tawaran gratis, saya mencoba untuk meng iya kan tawarannya. Kebetulan saya mencari untuk beberapa posisi seperti UI/UX Design, Social Media Strategy, iOS Developer dan Front-End Developer.

Lowongan yang publish
Lowongan Pekerjaan

List pelamar
List Pelamar

Lowongan yang sempat di post di Facebook, Twitter dan LinkedIn

Anehnya, hampir semua yang melamar adalah Sarjana dari jurusan Komputer. Tapi kebanyakan yang melamar untuk menjadi Social Media Strategic bukan melamar untuk iOS Developer atau Fron-end developer. Kurang lebih 20 hari lowongan ini di publish tidak ada kandidat yang memenuhi kriteria. Saya sedikit kurang faham, apakah SDM yang di jobs portal tersebut yang tidak qualify, lowongan pekerjaan yang tidak menarik, KelasKita yang tidak bonafit atau emang semua jobs portal memiliki repository pelamar yang sama kualitas nya ?

Kenapa harus mencari talent di LinkedIn ? Ada beberapa hal yang saya salut dengan branding LinkedIn yang bisa menarik orang-orang yang benar profesional untuk meng update profile pribadinya. Tidak sedikit saya mendengar cerita dari teman-teman yang mendapatkan talent yang sesuai dengan kriteri di LinkedIn. Setelah saya sedikit putus asa menunggu pelamar, akhirnya saya mencoba untuk men stalking satu persatu profile di LinkedIn. Ala hasil, ada beberapa talent yang saya temui yang sesuai dengan kriteria yang di inginkan, dan alhamdulillah belum ada yang membalas tawaran saya.

Kelebihan LinkedIn di banding jobs portal yang lain adalah, kita bisa melihat history, reference, dan skill yang terpampang di profile masing-masing akun tanpa harus memiliki kredit. Sehinggu memudahkan saya dalam mencari kandidat. Sebenarnya ada cara yang lebih keren dari LinkedIn, yaitu dengan menaikan status akun kita ke level Premium. Tapi harganya cukup mahal.

Untuk Startup yang tergolong tidak punya nama, KelasKita tidak mem post kan biaya untuk mencari talent. Karena itu hanya bisa bersabar dan menuntut semua tim menjadi super hero sebelum anggota baru hadir ditengah-tengah tim KelasKita.

Mungkin saran untuk pemilik jobs portal, ada baiknya kandidat yang ada dalam situs tersebut dilakukan pre test terlebih dahulu, agar memiliki repository kandidat yang mumpuni dan cocok dengan kebutuhan perusahaan.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk menjatuhkan jobs portal, tapi hanya ingin mendiskusikan apa yang harus diperbaiki. Dan untuk sarjana-sarjana muda, atau yang masih duduk di bangku kuliah. Cobalah untuk meperluas wawasan selama kuliah, sehingga nantinya bisa langsung terjun kelapangan kerja dengan skill yang sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing perusahaan.

Jika ada saran, bisa mengomentari dan mendiskusikan masalah ini.

Terima kasih, dan semoga bermanfaat

comments powered by Disqus