Etika berbagi dan berdoa di Sosial Media

Sudah lama saya ingin menuliskan ini, karena ada pengguna yang salah kaprah dalam menggunakannya. Sebenernya saya tidak bisa mengatur soal konten, karena itu hak masing-masing pemilik akun dan saya sendiri bukan pemilik platform. Dalam tulisan ini saya mencoba untuk berkaca dan tidak melakukan hal yang sama. Saya akan menuliskan kelakuan aneh yang dilakukan oleh pengguna sosial media yang sering saya lihat.

LinkedIn

Dimulai dari LinkedIn, karena sosial media yang saya kategorikan profesional di rusak oleh beberapa "golongan pengguna" di Indonesia. Entah apa yang di pikirkan, ketenaran kah atau eksistensi. Saya sendiri pun tidak tau maksud tujuan mereka. Ada postingan yang sering saya lihat ketika membuka LinkedIn, seperti kata-kata berikut

  1. "Saya memiliki file berisi bla bla bla, mohoh inbox atau cantumkan alamat email"
  2. "Saya memiliki e-book berisi bla bla yang akan saya bagikan"
  3. Saya ada group WhatsApp/telegram/line yang berisi profesional HR, mohon inbox atau cantumkan nomer hp anda untuk di invite.
  4. Saya ada lowongan A/B/C/D like dan taruh nomer hp nanti saya akan review bla bla bla..

Saran saya buat pengguna yang suka melakukan hal-hal di atas:

  1. Jika ingin berbagi sebuah materi ke publik, alangkah baiknya menggunakan Cloud Storage seperti dropbox, box, oneDrive dan layanan Cloud Storage lainnya. Jadi ketika memposting untuk publik, sertakan link sharing. Supaya orang yang melihat dapat langsung mendownload. Ingat email, no handphone itu privasi, dan bisa di salah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Jika masih bingung menggunakannya bisa bertanya ke saya.
  2. Jika berniat untuk mengundang orang untuk bergabung ke sebuah group chating. Kenapa tidak mencantumkan nomer admin, bukan meminta pembaca untuk menuliskan no handphone. Contoh kata-kata nya bisa seperti ini, "Jika ingin bergabung ke groups whatsapp/telegram/line/irc/Yahoo Messenger bisa meng add/chat ID/no" dengan kata-kata tersebut, anda terlihat lebih pintar. karena bisa memudahkan anda untuk memanage sebuah kontak. Tanpa harus meng add atau save nomer satu persatu.
  3. Jika ingin memberi tahu lowongan pekerjaan ke publik, bisa menggunakan kata-kata seperti ini "Perusahaan saya membuka lowongan pekerjaan untuk bla bla bla, jika berminat anda bisa mengirimkan berkan ke email [email protected] dan konfirmasi melalui nomer 097878888 untuk dikami review secepatnya"

Contoh kasus yang saya screen shoot. Dan Maaf jika namanya tidak say sensor.

Facebook

Selain LinkedIn, ada juga komunitas "amin, like dan share" di Facebook. Dan yang melakukannya sama, "golongan pengguna" yang kurang 1 sendok otaknya. Cobalah untuk tidak menjual agama atau kesushan orang lain untuk popularitas diri kamu sendiri. Cobalah untuk menjadi pengguna yang bijak, biar orang lain gak ikutan bego.

Contoh kasus yang saya screen shoot. Dan Maaf jika namanya tidak say sensor.

Semoga bermanfaat dan semoga kita lebih bijak lagi.

comments powered by Disqus